Selasa, 23 Februari 2010

DAMPAK BADAI MATAHARI TERHADAP KEHIDUPAN TEKNOLOGI


Isu kiamat di tahun 2012 yang santer terdengar sebenarnya adalah Badai matahari yang akan terjadi di tahun 2012. Para pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak 1960-an telah melakukan pemantauan cuaca antariksa dan memprakirakan bahwa sekitar tahun 2011-2012 akan muncul fenomena alam cuaca antariksa berupa badai matahari.

Sebenarnya apa itu badai matahari?,

Ada beberapa versi mengenai badai matahari. Menurut Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik. Sedangkan menurut laporan website Inggris “New Scientist”, maksud dari badai matahari atau solar storm adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari. Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusakanya akan jauh lebih besar dari badai angin “Katrina”, dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.

Seberapa besar efek dari Badain Matahari?

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti”.

Gangguan Magnet bumi ini akan menyebabkan jaringan listrik menjadi mati dan tidak stabil. Maka dapat dibayangkan jika listrik di seluruh dunia mati dan tidak stabil maka hal-hal yang berhubungan dengan bisnis yang menggunakan tenaga listrik akan menjadi terhenti. Peralatan refrigenerator akan mati,makanan obat obatan yang disimpan akan menjadi rusak,air minum masyarakat punjadi akan bermasalah, Kendaraan pun tak akan dapaat berjalan kembali, dunia akan menjadi gelap gulita karena tidah terpasok listrik.

Efek yang sangat merugikan juga terjadi pada bidang teknologi, seluruh teknologi yang digunakan menggunakan daya listrik,dan ketika badai ini datang maka akan terjadi kelumpuhan dibidang teknologi, sebagai contoh gangguan pada sinyal satelit, sistem posisi GPS tak akan berfungsi dan akan menjadi sampah, begitu juga gadget-gadget lainnya yang sekarang sudah umum digunakan seperti PC, cellphone, Laptop dll. Hampir diseluruh perkantoran dunia menggunakan teknologi,maka dapat disimpulkan kehidupan dalam perkantoran pun akan lumpuh, dan ini akan berdampak besar bagi distributor produksi. Pasokan makanan minuman dan kehidupan primer lainnya akan mengalami gangguan yang nyata. Para ilmuwan telah memperkirakan bila ada intensitas badai matahari kuat mungkin dapat menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi manusia, hanya pada tahun pertama saja kerugiannya mencapai 1-2 triliun dollar AS, sementara pemulihan dan rekonstruksinya diperlukan setidaknya 4-10 tahun. Sebenarnya pada tahun 1859 hal serupa pernah terjadi, namun karena pada zaman tersebut ketergantungan listrik belum terlalu kuat,maka dunia hanya memerlukan sedikit waktu untuk pulih kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar